SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi meluncurkan terobosan baru untuk memperkuat profesionalisme aparat lalu lintas. Selasa, 7 April 2026, program bertajuk “Polantas Belajar Bersamo” resmi digulirkan sebagai upaya sistematis meningkatkan kompetensi sekaligus kualitas pelayanan publik di bidang lalu lintas.
Program yang digagas langsung oleh Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, S.H., S.I.K., M.Si., ini menjadi langkah konkret dalam mendorong terwujudnya Polantas Polri yang Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.
Kegiatan perdana digelar di Aula Cakra Ditlantas Polda Jambi, menghadirkan seluruh personel dalam format yang tidak sekadar pelatihan formal. “Polantas Belajar Bersamo” dirancang sebagai ruang pembelajaran kolektif sekaligus forum diskusi terbuka, tempat para anggota berbagi pengalaman lapangan, mengkaji dinamika aturan lalu lintas, serta mengevaluasi kinerja secara menyeluruh.
Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari internal Ditlantas sendiri, yakni para Kabag, Kasubdit, hingga Kasat. Pendekatan ini dinilai strategis karena materi yang disampaikan bersifat kontekstual dan langsung bersinggungan dengan realitas tugas di lapangan.
Dalam arahannya, Kombes Pol Adi Benny Cahyono menegaskan bahwa peningkatan kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan penguatan etika pelayanan publik.
“Tujuan utama dari ‘Polantas Belajar Bersamo’ ini adalah memastikan seluruh personel memiliki pemahaman yang komprehensif terkait fungsi lalu lintas. Dengan penguasaan materi yang mumpuni dan mentalitas yang siap bertugas, kita optimis dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sekaligus mewujudkan Polri yang Presisi,” tegasnya.
Lebih jauh, program ini juga menjadi wadah pembaruan pengetahuan terkait kebijakan terkini di bidang lalu lintas, termasuk penguatan implementasi program Polantas Menyapa. Pendekatan tersebut menekankan komunikasi humanis dalam penegakan hukum, tanpa mengurangi ketegasan terhadap pelanggaran.
Selain itu, pemanfaatan teknologi turut menjadi fokus utama. Optimalisasi sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik didorong agar penindakan lebih akurat, transparan, dan minim interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan gesekan di lapangan.
Melalui gagasan ini, Ditlantas Polda Jambi berupaya menjawab tantangan lalu lintas yang kian kompleks seiring perkembangan masyarakat. Adaptasi terhadap dinamika tersebut dianggap krusial agar aparat tidak hanya responsif, tetapi juga solutif.
Kombes Pol Adi Benny Cahyono berharap, program ini mampu membentuk karakter personel yang profesional, berintegritas, dan humanis, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri, khususnya di wilayah hukum Polda Jambi.
Dengan pendekatan pembelajaran berkelanjutan dan berbasis pengalaman, “Polantas Belajar Bersamo” tidak sekadar menjadi program internal, melainkan berpotensi menjadi model pembinaan SDM kepolisian yang lebih adaptif di masa depan.
































